PERTANGGUNG JAWABAN MORAL BANGSA
Pendidikan
merupakan fondasi kekuatan bangsa, jika pendidikan suatu bangsa miliki
kualiatas yang baik sudah di pastikan bangsa itu akan memiliki kualitas bangsa
yang baik pula, apa lagi tujuan pendidikan bangsa indonesia sangatlah mulia,
yaitu pendidikan karakter yang outputnya adalah membentuk karakter bangsa yang
mulia. Jika demikian maka sudah di pastikan bangsa indonesia meliki masa depan
yang cerah sebagai bangsa yang besar.
Sayangnya pada kenyataanya
pendidikan bangsa indonesia sedang menghadapi permasalahan terhadap aplikasi
dari kosep pendidikan berkarakter ini, salah satu sumber masalah yang terus
menjadi topik perdebatan di kalangan masyarakat adalah adanya standarisasi
kelulusan siswa dengan melalui seleksi ujian nasional, dimana semua semua soal
tes di suplai dari pemerintah pusat.
Pertayaanya..? relevankah sistem ujian
nasional diterapkan di indonesia.? Jika siswa di papua di samakan dengan
jakarta, maka jawabanya UJIAN NASIONAL
JELAS TIDAK RELEVAN..!!! Sistem ujian nasional jelas memberi tekanan luar
biasa kepada para guru dan kepala sekolah yang memiliki fasilitas yang terbatas
sedangkan standarisasi kelulusan disamaratakan di seluruh indonesia. Tekanan
berupa siswa dari sekolah mereka akan tidak lulus jika tidak mampu mengerjakan
soal-soal ujian membuat para guru dan kepala sekolah melakukan segala cara
untuk meluluskan para anak didiknya, apalagi para guru memikul tuntutan dari
setiap Kepala Daerah agar pendidikan di wilayahnya mendapat prestasi sebagai
barometer kemujuan wilayahnya. MAKA JANGAN
SALAHKAN JIKA KECURANGAN SAAT UJIAN NASIONAL TERJADI DIMANA-MANA KARNA SISTEM
YANG TIDAK RELEVAN INI. Jika kecurang ini berlajut maka yang terjadi
bukanlah karakter bangsa yang menjadi output melainkan kerusakan moral anak
bangsa yang di didik menjadi pembohong ulung atas kemampuan pribadinya, bahkan
para pelaku kecurangan pemberian jawaban ujian nasional di anggap sebagai malaikat
penolong bagi para siswa dan guru-guru.
MAKA SUDAH SEHARUNYA SISTEM STANDARISASI KELULUSAN MELALUI UNAS DI HILANGKAN
DAN DIRUBAH.
Untuk lamongan, kasus sindikat pencurian soal ujian
nasional telah ramai di media minggu-minggu ini, lamongan tahun lalu yang
menjadi pusat pendidikan di jawa timur tercoreng oleh adanya kasus ini, lalu
siapa yang bertanggung jawab atas semua kejadian ini.? saat tahun lalu
pendidikan di lamongan mendapat pertasi KEPALA DINAS PENDIDIKAN dan BUPATI
LAMONGAN dengan bangga mengangkat trofi pretasi, benner-benner dengan foto Kepala
Dinas dan BUPATI di pasang dimana-mana,? Lantas dimana dua orang ini setelah
pendidikan lamongan mendapat kasus yang luar biasa memalukan pendidikan
lamongan dimata pendidikan nasional.?
Bahkan berkembang iSu siswa Sekolah
Menengah Atas lulusan lamongan tidak akan di terima di Pergurunaan Tinggi
Negeri dimana pun. Maka sudah seharusnya KEPALA
DINAS & BUPATILAH YANG PALING BERTANGGUNG JAWAB TERCORENGNYA PENDIDIKAN
LAMONGAN.!
Jangan sampai kasus ini justru
membuat para guru menjadi korban pidana, para guru hanyalah korban dari sistem
dan Kepala Daerah dan Pendidikan yang menuntut mempertahankan prestasi yang
tahun lalu digapai. Pertanggung jawaban jelas di bebankan kepada kedua
institusi yang paling berwenang atas maju dan mundurnya pendidikan kab.lamongan
ini.
Oleh
karena itu kami dari BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA UNISDA LAMONGAN menuntut :
1. PERTANGGUNG JAWABAN KEPALA DINAS
PENDIDIKAN DAN BUPATI ATAS TERCORENGNYA PENDIDIKAN LAMONGAN DI MATA PENDIDIKAN INDONESIA
2. DINAS PENDIDIKAN HARUS BERANI
MENJADI PELOPOR UTAMA MENYUARAKAN TIDAK RELEVANYA UJIAN NASIONAL DI INDONESIA.
3.JANGAN KORBANKAN GURU DARI KASUS
PENCURIAN SOAL DI LAMONGAN, KARNA YANG PALING BERTANGUNG JAWAB ADALAH SISTEM
DAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN BUPATI.
5. SIKAP TEGAS DARI DRPD KEPADA BUPATI ATAS BERBAGAI KASUS DI
PENDIDIKAN.

0 komentar:
Posting Komentar